Maros, Sul-Sel – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan Focus Group Discussion (FGD) terkati Harmonisasi Pendidikan Vokasi di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Hotel Grand Town Maros. Selasa (2/3/2021).
Menurut Ketua Panitia, Margaretha kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari sejak tanggal 1 maret hingga 2 maret 2021. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin dan diikuti 35 peserta dari unsur guru, kepala sekolah umum dan kejuruan.
“Peserta dari Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, Takalar dan Kota Makassar,” ujar Margaretha yang juga sebagai wakil Direktur Poltekpar
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros, Yusriadi Arief, menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros melalui Disbudpar Maros terus melakukan inovasi untuk bangkit di tengah pandemi dan kembali beradaptasi di era kenormalan baru khususnya pada sektor pariwisata dalam meningkatkan kembali ekonomi para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Maros.
“Bupati Chaidir Syam dan wakilnya Suhartina Bohari berkomitmen untuk melaksanakan program khusus pada sektor pariwisata terutama yang dapat mengangkat ekonomi pelaku pariwisata daerah,” terangnya
Yusriadi juga mengatakan sloga pariwisata Maros adalah Maros is Exotic Place in Celebes dan tagar Ke Maros Aja Semua Ada.
“Kita saat ini sedang memulai program prioritas pemimpin terpilih di 100 hari kerja Chaidir Syam dan Suhartina Bohari pada sektor pariwisata, kita juga akan melakukan kerjasama dengan universitas-universitas dan sekolah tinggi termasuk Poltekpar untuk melakukan pendampingan kepada desa yang akan dijadikan desa wisata di Kabupaten Maros yang juga akan melibatkan beberapa organisasi pariwisata sebagai mitra diantaranya Masata dan HPI,” jelasnya.
Sementara, salah satu peserta utusan SMK 8 Makassar, Jaya Achmad mengapresiasi kegiatan tersebut sehingga pihaknya mendapatkan informasi mengenai pendidikan vokasi dari Poltekpar.
“Ini menambah wawasan mengenai pengembangan pariwisata terkhusus potensi pariwisata di Kabupaten Maros.” tuturnya
Pewarta Arbi Daeng Jhon | Editor Reza













































