KUTIM – SMA Negeri 1 Sangatta Selatan (Smansatset) menegaskan perubahan signifikan dalam wajah dan kualitas pendidikannya melalui penyelenggaraan Gebyar Karya IV, Kamis (18/12/2025) pagi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa Smansatset telah bertransformasi dari stigma lama menjadi institusi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi masa depan.
Kepala Smansatset, Rubito, dalam laporan pertanggungjawaban kepada orang tua peserta didik, menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya kini mengusung semangat perubahan yang cepat dan responsif. Filosofi “Sat-Set” dimaknai sebagai kesiapan sekolah dalam menjawab tantangan perkembangan zaman, khususnya di bidang digitalisasi dan penguatan kompetensi peserta didik.
Rubito menjelaskan bahwa upaya transformasi yang dilakukan telah mendapat pengakuan hingga tingkat nasional. Ia menyebut Smansatset berhasil mengantarkannya meraih predikat Juara 1 Kepala Sekolah Transformasi, sebagai hasil dari konsistensi pembaruan sistem pembelajaran dan tata kelola sekolah.
Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk tetap mengabdi di Smansatset, meskipun sempat menerima tawaran memimpin lembaga pendidikan bertaraf internasional di luar negeri. Keputusan tersebut diambil karena keyakinannya terhadap potensi sekolah untuk terus berkembang dan menjadi rujukan bagi sekolah lain, termasuk yang datang melakukan studi tiru di bidang literasi dan inovasi pembelajaran.
Seiring dengan perubahan tersebut, Smansatset kini dilengkapi fasilitas pembelajaran berbasis digital. Seluruh ruang kelas telah menggunakan monitor interaktif sebagai pengganti papan tulis konvensional. Selain itu, kurikulum dikembangkan dengan pendekatan keterampilan terapan layaknya “SMK Plus”, melalui penyediaan laboratorium Tata Boga, Tata Busana, dan Multimedia guna membekali siswa dengan kompetensi praktis.
Inovasi pendidikan di Smansatset juga diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta mitra swasta seperti PT KPC dan jaringan ritel nasional. Dalam momentum Gebyar Karya IV, sekolah ini turut meluncurkan tujuh buku ber-ISBN yang merupakan hasil karya orisinal para siswa.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Asisten Administrasi Umum Setkab Kutim, Sudirman Latif, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Smansatset. Ia menilai transformasi yang dilakukan telah membantah pandangan negatif yang pernah melekat pada sekolah tersebut. Berdasarkan pengalamannya, Smansatset mampu membentuk peserta didik berkembang secara akademik maupun karakter hingga meraih prestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.
Sudirman juga mengapresiasi beragam bakat dan keterampilan yang ditampilkan siswa dalam kegiatan tersebut, mulai dari seni pertunjukan, sastra, hingga karya kreatif lainnya. Menurutnya, Smansatset layak menjadi sekolah percontohan dalam pengembangan potensi siswa secara menyeluruh.
Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen Pemkab Kutim dalam pembangunan sumber daya manusia, termasuk rencana pengembangan Sekolah Rakyat berkelas internasional di wilayah Sangatta Selatan, dengan lokasi yang masih dalam tahap penentuan.
Gebyar Karya IV ditutup dengan berbagai penampilan siswa, seperti peragaan busana hasil karya laboratorium Tata Busana, pertunjukan musik, dan pembacaan puisi. Kegiatan ini sekaligus mengubah momentum pembagian rapor menjadi perayaan hasil belajar, di mana orang tua tidak hanya menerima laporan akademik, tetapi juga menyaksikan langsung capaian keterampilan dan kreativitas putra-putri mereka. (adv)













































