KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyatakan apresiasi atas kiprah Yuliana Wetuq yang menerima piagam penghargaan sebagai tokoh berjasa di bidang lingkungan hidup. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kaltim, Jumat (9/1/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Idham Cholid, yang hadir mewakili Bupati Kutim, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti berbagai gagasan dan masukan strategis yang disampaikan Yuliana, khususnya terkait upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan kawasan hutan.
Idham menyampaikan bahwa kondisi hutan di sejumlah wilayah Indonesia saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, sehingga memerlukan perhatian serius melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan, termasuk dalam aspek pengelolaan dan operasional kawasan hutan.
“Apa yang disampaikan Ibu Yuliana mengenai kondisi hutan yang semakin kritis akan kami komunikasikan lebih lanjut, terutama terkait kebijakan yang perlu diambil. Pemerintah daerah pada prinsipnya memberikan dukungan penuh,” ujar Idham.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kawasan hutan sebagai destinasi wisata berbasis edukasi. Konsep tersebut dinilai tidak hanya memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Menurutnya, wisata edukasi hutan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai peran hutan, baik dalam konteks regional, nasional, maupun global, termasuk kontribusinya dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan ketersediaan oksigen.
Selain itu, Idham menyoroti peran strategis masyarakat adat dalam menjaga kelestarian hutan serta mencegah aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, seperti pertambangan yang tidak berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, DPPPA Kutim juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Yuliana sebagai sosok perempuan inspiratif yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan dan pelestarian lingkungan. Keberhasilannya diharapkan mampu menjadi teladan bagi perempuan lainnya untuk berperan aktif dalam berbagai bidang pembangunan.
“Yuliana adalah contoh bahwa perempuan memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan daerah. Peran aktif seluruh lapisan masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, perlu terus didorong demi kemajuan Kutai Timur,” tutup Idham. (adv)














































