KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kembali memperkuat upaya pencegahan konflik sosial dengan menyelenggarakan Kemah Kewaspadaan Dini bertema “Cegah Sejak Dini Selamatkan Negeri”. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi dan dilaksanakan di Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Sangatta selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 15–17 Desember 2025.
Kemah tersebut diikuti oleh 50 pelajar terpilih dari lima SMA dan SMK sederajat di Kutai Timur. Peserta merupakan siswa pilihan yang diproyeksikan menjadi agen perubahan dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan kewaspadaan dini di lingkungan masing-masing.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa persatuan dan integritas merupakan pilar utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, keberagaman suku dan latar belakang masyarakat di Kutai Timur justru menjadi kekuatan jika dikelola dalam semangat kebersamaan.
Mahyunadi juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah dan kedaulatan negara. Ia menilai kegiatan Kemah Kewaspadaan Dini menjadi sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, serta semangat persatuan sejak dini.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kutim, M Yusufsyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas dalam rangka mitigasi konflik sosial di daerah. Menurutnya, generasi muda memiliki peran sentral dalam mencegah potensi konflik yang dapat berkembang di tengah masyarakat.
“Pintu gerbang lingkungan adalah generasi muda. Mereka harus menjadi pelopor agar kita tidak terjadi konflik sosial,” ujar M Yusufsyah.
Ia menyebutkan sejumlah potensi konflik yang perlu diantisipasi sejak dini, seperti penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak, serta kekerasan dalam rumah tangga. Melalui pendekatan kedisiplinan dan pembinaan karakter, kemah ini diharapkan mampu mengarahkan energi dan semangat remaja ke arah yang positif dan konstruktif.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Perwira Operasional dan Latihan (Pasop) Lanal Sangatta, Hartono. Ia menyambut baik sinergi Forkopimda dalam mendukung pelaksanaan kemah di lingkungan Mako Lanal Sangatta.
“Tujuan kita adalah mencegah sejak dini terkait bahaya narkoba, kenakalan remaja, dan lainnya. Kami memiliki misi untuk membina mereka agar menjadi generasi penerus yang kuat,” jelas Hartono.
Menurutnya, pembinaan generasi muda yang tidak disertai motivasi, keteladanan, dan kedisiplinan akan berdampak pada rapuhnya ketahanan bangsa. Oleh karena itu, Lanal Sangatta berkomitmen memperkuat mental, karakter, dan wawasan kebangsaan para peserta.
Selain pembentukan disiplin, peserta kemah juga dibekali pengetahuan tentang kelautan dan kebaharian. Hal ini dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran akan identitas Indonesia sebagai negara maritim.
“Negara kita 70 persen wilayahnya adalah laut. Akan ironis jika kita membelakangi laut. Di mana laut dikelola dengan baik, di situ negara akan maju,” tegas Hartono.
Melalui Kemah Kewaspadaan Dini ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap nilai-nilai cinta tanah air, kedisiplinan, serta semangat persatuan dapat tertanam kuat pada generasi muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta untuk berperan aktif dalam menjaga harmoni sosial dan menjadi calon pemimpin masa depan yang














































