KUTIM – Upaya penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah terus digalakkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur melalui pelatihan ketua Tim Literasi Sekolah (TLS) yang dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi Kutai Timur #1. Kegiatan ini memberikan pembekalan kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan penyusunan rencana aksi bagi TLS agar gerakan literasi di sekolah berjalan lebih terarah.
Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menjelaskan bahwa gerakan literasi telah menunjukkan perkembangan signifikan. Ribuan karya puisi dari siswa menjadi bukti partisipasi aktif dalam penguatan minat baca dan kemampuan literasi dasar di sekolah.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menambahkan bahwa kesiapan infrastruktur digital dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam mendukung program literasi. Pemerintah daerah tengah memperluas akses internet sekolah serta mempersiapkan 35 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).
Bunda Literasi Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, mengingatkan bahwa Ketua TLS bukan hanya pelaksana kegiatan, tetapi juga penjaga ekosistem belajar. Ia mendorong TLS menciptakan ruang kreatif, memperkuat peran perpustakaan, dan membangun jejaring kolaboratif dengan orang tua serta masyarakat.
Dalam sesi penguatan kepemimpinan, Advisor Nyalanesia, Imam Subchan, menyoroti pentingnya integritas dan komunikasi efektif dalam memimpin tim. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas Gerakan Literasi Sekolah serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk menciptakan budaya literasi yang berkelanjutan di Kutai Timur. (adv)













































